Langsung ke konten utama

Si Gadis Florist

 
   Dalam toko bunga itu, terlihat seorang gadis muda yang sedang bekerja dengan senyum lebar di wajahnya.
 
   Mata hitamnya terlihat menyembunyikan rasa sedih yang amat mendalam.
 
   Angin berhembus lembut membuat rambut bergelombang yang menutupi mata kanannya sedikit berkibar.
 
   Cahaya matahari sore lembut menerpa wajah bulatnya. Dia terlihat sedikit pucat, mungkin dia bekerja terlalu keras dan kurang istirahat.

   Dia adalah Blu. Dia adalah gadis yang ramah dan sedikit pemalu. Dia selalu terlihat ceria. Tapi matanya menyembunyikan sesuatu yang penuh misteri. Dia sedikit misterius.



*catatan:
Ilustrasi karakter oleh Ashita AF
Background diambil random dari instagram.
Credit to original artist and photograper.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kau yang tidak akan kukenang

 Adalah sebuah kesalahan menuruti hawa nafsu Begitu rendahnya aku dikendalikan oleh nafsu Tak berpikir panjang hanya demi kesenangan semu Terjebak dan tertipu dalam pelukanmu Sakit Sakit hatiku oleh keputusanku Sesal Tak henti-hentinya aku menyesali lakuku Marah, kecewa, sedih  Semuanya bercampur aduk menjadi satu Aku telah salah dan bersalah  Aku terlena dan terbuai dalam skenario yang terbentuk di kepaalaku Betapa kecewanya aku ketika aku menyadarinya  Terlalu lama aku menyadarinya  Menjijikkan  Hanya satu kata itu yang sekarang terlintas ketika mengingatmu Menjijikkan  Tiada kenangan, semuanya terlalu konyol untuk dikenang.

Kau yang Kini Tinggal Kenangan

  Terlalu dalam aku menyayangimu Terlalu sabar aku menantimu Terlalu naïf aku mengharapkanmu   Sehari, seminggu, sebulan, setahun Waktu menggerusku dalam penantian Penantian yang tak ada artinya Penantian yang hanya menciptakan luka   Tak pernahkah engkau menengok ke belakang Tak sadarkah engkau denggan apa yang telah engkau perbuat Engkau begitu kejam Diri ini pun sulit percaya   Terlalu lama daku menderita sendiri Terlalu lama pula diri ini mengenang memori Kisah ini masih menyimpan banyak misteri Namun memecahkannya pun sudah tak ada artinya lagi   Kau kini tinggalah kepingan kenangan Kenangan yang menyanyat hatiku karena begitu perih dan menyakitkan Yang mestinya dilupakan   Dengan perlahan namun pasti Aku pun menutup lembar kisah ini Tak akan pernah kubuka lagi

Ingatan dan Mimpi [Part 2]

Kemudian, Aku memandangi bayangan diriku di sungai. Terlihat menyedihkan sekali. Hembusan angin semakin kencang dan dingin, Aku memilih untuk pulang ke tempat itu. Rumah lama keluargaku. Saat aku mulai melangkahkan kaki, aku samar-samar melihat diriku. Tidak....itu...., diriku di masa lalu, bersama.... Mereka. Aku menjatuhkan diri. Melihat semua kenangan masa laluku, ibarat menonton film layar lebar. Semuanya terputar, sama persis seperti yang ada dalam ingatanku sejauh ini. Kemudian aku sampai pada bagian itu. Bagian yang selalu ingin kuingat. Bagian dimana mereka...... Aku kemudian terbangun dari tidurku di sebuah kursi taman dekat sungai. Rupanya aku tertidur semalaman. Yang tadi itu...sepertinya....ah sial terlupakan lagi. Tapi sensasinya luar biasa, aku tersenyum lembut .