Langsung ke konten utama

Ingatan dan Mimpi


  Hembusan angin malam terasa dingin menusuk tulang. Suasana di luar terasa tenang dan damai. Tidak ada suara deru kendaraan layaknya kota besar. Kota ini terasa tentram.
 
 Aku berjalan santai menuju sungai kota. Kemudian, memilih duduk di antara rerumputan daripada duduk di kursi taman. Sambil menatap langit dengan mata yang berkaca-kaca, Aku mulai meneteskan air mata.
 
Aku pergi kesini bukan tanpa alasan, tentu saja. Tempat ini.... Selalu membuatku sedikit teringat akan hari itu. Suasana bahagia di hari itu bersama mereka...mereka yang kusayangi. Suasana hangat bersama mereka, canda tawa mereka, kejahilan mereka.
 
 Aku tidak terlalu yakin apakah semua ini benar ingatanku? Atau hanya mimpi atau khayalan ku. Aku bingung. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Aku ingin kembali. Aku terus berusaha mengingatnya.

Tapi pada akhirnya aku hanya terjebak dalam semua ini. Ingatan atau mimpi dan imajinasi ku saja?. Aku tidak tahu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kau yang tidak akan kukenang

 Adalah sebuah kesalahan menuruti hawa nafsu Begitu rendahnya aku dikendalikan oleh nafsu Tak berpikir panjang hanya demi kesenangan semu Terjebak dan tertipu dalam pelukanmu Sakit Sakit hatiku oleh keputusanku Sesal Tak henti-hentinya aku menyesali lakuku Marah, kecewa, sedih  Semuanya bercampur aduk menjadi satu Aku telah salah dan bersalah  Aku terlena dan terbuai dalam skenario yang terbentuk di kepaalaku Betapa kecewanya aku ketika aku menyadarinya  Terlalu lama aku menyadarinya  Menjijikkan  Hanya satu kata itu yang sekarang terlintas ketika mengingatmu Menjijikkan  Tiada kenangan, semuanya terlalu konyol untuk dikenang.

Kau yang Kini Tinggal Kenangan

  Terlalu dalam aku menyayangimu Terlalu sabar aku menantimu Terlalu naïf aku mengharapkanmu   Sehari, seminggu, sebulan, setahun Waktu menggerusku dalam penantian Penantian yang tak ada artinya Penantian yang hanya menciptakan luka   Tak pernahkah engkau menengok ke belakang Tak sadarkah engkau denggan apa yang telah engkau perbuat Engkau begitu kejam Diri ini pun sulit percaya   Terlalu lama daku menderita sendiri Terlalu lama pula diri ini mengenang memori Kisah ini masih menyimpan banyak misteri Namun memecahkannya pun sudah tak ada artinya lagi   Kau kini tinggalah kepingan kenangan Kenangan yang menyanyat hatiku karena begitu perih dan menyakitkan Yang mestinya dilupakan   Dengan perlahan namun pasti Aku pun menutup lembar kisah ini Tak akan pernah kubuka lagi

Ingatan dan Mimpi [Part 2]

Kemudian, Aku memandangi bayangan diriku di sungai. Terlihat menyedihkan sekali. Hembusan angin semakin kencang dan dingin, Aku memilih untuk pulang ke tempat itu. Rumah lama keluargaku. Saat aku mulai melangkahkan kaki, aku samar-samar melihat diriku. Tidak....itu...., diriku di masa lalu, bersama.... Mereka. Aku menjatuhkan diri. Melihat semua kenangan masa laluku, ibarat menonton film layar lebar. Semuanya terputar, sama persis seperti yang ada dalam ingatanku sejauh ini. Kemudian aku sampai pada bagian itu. Bagian yang selalu ingin kuingat. Bagian dimana mereka...... Aku kemudian terbangun dari tidurku di sebuah kursi taman dekat sungai. Rupanya aku tertidur semalaman. Yang tadi itu...sepertinya....ah sial terlupakan lagi. Tapi sensasinya luar biasa, aku tersenyum lembut .